Rabu, 10 Desember 2014

Interesting things I did

Cuma mau sharing beberapa hal yang aku lakuin 2 minggu lalu. Waktu aku bilang interesting maksudnya ya yang beda dari rutinitas sehari-hariku yang menurut aku itu lumayan menarik. Gatau kalau readers bilangnya interesting atau enggak, aku cuma mau cerita :)

Hal interesting pertama itu, aku ikut partisipasi di International Education Week, satu minggu penuh yang didedikasiin buat anak exchange buat ngasi presentasi-presentasi dan ngenalin negara mereka. Aku baru presentasi 2 kali di skolah yaitu di kelas gitar sama kelas englishku. Yang pertama di kelas di gitar, aku bener-bener gak sabar buat ngenalin Indonesia ke mereka. Majoritas penghuni kelas gitarku itu anak kelas 10 & 9 dan mereka kurang keliatan tertarik. Niatnya bikin mereka semangat, malah aku berhasil bikin pembukaan dimana aku gak bisa bilang kata enthusiasm, memalukan. Tapi paling gak itu bisa bikin mereka ketawa. Presentasi secara keseluruhan lancar-lancar aja ya. Aku cerita tentang obyek wisata sama lokasi-lokasi di Indonesia, sistem pembelajaran di Indonesia, sekolah-sekolah. Pada akhirnya aku selesai presentasi dan waktu pelajaran habis jadi gak ada yang sempet nanya. Well I did it! Aku berhasil, bangga banget bisa jadi duta bangsa bisa cerita tentang tempat tinggalku. Buat penutup aku fotoan sama guru gitarku, Mr. Schwitzer (and Cara too). Thumbs up yeay!
 


Presentasi kedua di kelas English yah rata-rata sama, tapi audiencenya beda. Di kelas ini semua anak kelas 11-12 jadinya lebih serius mereka dengernya. Aku presentasi materi yang sama tapi entah kenapa di kelas ini aku lebih nyaman & relax presentasinya, mungkin karena emang anak-anak di kelas itu aku lumayan deket sama mereka. Dan selama presentasi mereka serius dengerin aku, jadinya aku bagi-bagi souvenir gantungan kunci deh ke mereka, sama uang 1000an 2000an yang sangat aneh bagi mereka soalnya banyakan 0-nya. I am really happy, again I could tell people about how amazing Indonesia is. Emang sih pas aku di rumah gak terlalu peduli malah kadang gak “cinta mati” sama negara sendiri, tapi sekarang baru jauh gini baru kerasa ya “Wow Indonesia is not that bad, in fact I love Indonesia so much!” beneran deh phrasenya pas banget: DAMN I LOVE INDONESIA. Ini class picture habis presentasi, berhasil bujuk Mrs. Sherwood buat ikutan foto hihi

Yang bantu bawa bendera namanya Wesley, dia baik banget. Unyu-unyu. Jadi asisten bagi-bagi souvenir selama presentasi. Trus bayarannya dia dapet saweran 1000-2000an wkwk :v
 
The other interesting thing I did was..... I tried out for the basketball team! Apaaa apaaaa Fanny mau coba jadi abas, kiamat sudah. Enggak juga deh, ini lebih ke alasan desperate. Jadi mama bilangnya (again) Fanny tambah gemuk olahraga sana coba ikutan basket kan tinggi. Well okay ma, selama bertahun-tahun nyuruh Fanny main basket sekarang Fanny akan mencoba disini ma! Dan aku juga tetep nyoba soalnya galau pulang skolah kebanyakan anak-anak sini tu punya kegiatan olahraga, apalah olahraganya soalnya mereka bener-bener nganggep olahraga tu penting. Tiap musim aja olahraganya beda trus. Dan aku sebagai anak non-athletik dan setelah tryout aku menyadari aku sangat sangat tidak bisa bermain basket, dengan polosnya mencoba untuk masuk tim basket. Jadi ada 3 hari seleksi buat bisa masuk tim. Yah aku coba dong! Sekuat tenaga aku coba, eh... Akunya emang gak bisa main, disini pemain basket ceweknya jago2. Keren abis deh, bodinya tinggi besar atletik. Ada juga yang kecil-kecil tapi merekapun jago dan keren banget. Aku coba kok “bersosialisasi” dan bilang aku anak exchange, pengen coba basket maklum ya mbak mas tante. Overall, pengalaman seleksi 3 hari itu asik kok. Walaupun pegel-pegel habisnya, tapi untung bawa salonpas! Dan FYI disini ada juga salonpas lo, nonton iklannya di tv mereka lucu bilang salonpas. Kayak susah banget bilang sloncpash wkwk. Pada akhirnya, aku enggak masuk tim. Sudah keduga di hari kedua sih, walaupun masih coba buat optimis. Itung-itung cari pengalaman sih gapapa, yang penting aku nyoba. Tapi sekarang bingung. Pulang sekolah acaranya ngapain dong? Balik baca buku lagi deh, ngomong-ngomong buku jadi aku ke perpustakaan nanyain apa mereka perlu bantuan gitu sepulang sekolah biar mungkin aku bisa bantu & jadiin volunteering hour buat aku. Kan jadi kegiatan pulang sekolah tu, gak bosen atau bingung lagi deh. Kata ibu perpusnya sih bisa mulai semester depan. Jadi kutu buku deh disini, gapapa lah. I’m okay with that, I love books anyway.

Nah! Itu hal-hal yang aku anggep menarik yang aku lakuin selama 2 minggu ini. Itu aja sih yang aku inget, nanti belakangan aku tambah lagi. Mungkin ada hal-hal tambah seru lagi minggu depan? Contoh: mau coba skiing sama partners club kamis ini, wish me luck! Trus mau ada UAS minggu depan, uuuuuu semesternya cepet banget eh. Dan mau ada acara amal gitu tanggal 20, tunggu ceritanya ya!♥♥♥

Do you wanna build a snowman?

Posting this post in English just for fun! Yeay :)

This is just a FYI, I want to tell you guys that building a snowman is easier to sing rather than do.
Well it snowed since a week ago and at first the snow was still too dry and puffy and they won’t stick together. So yesterday my hostdad was like, “hey guys if you wanna build a snowman today is the perfect day to go and do it since the snow is wet now and I bet it will stick perfectly”. And yeah ofcourse me and Mayar was exited to do it but ohohoho my sweet young friends, nooo HE WAS WRONG. Me and Mayar wore our gloves, boots and coats and went outside ofcourse to build a freakin snowman so we could make it instead just sing it all the time. We started to gather snow to build the bottom part and like my dad said “It would roll easily” but again he’s wrong. We tried tried tried and tried to make it look like somewhat a circle ball shape like but it won’t look like it. We ended up making a giant hill of snow. It was getting to cold for me, I gave up making that stupid mountain. It was also almost dark at 3:30, winter’s coming guys and I’m not even close to being prepared.
So Mayar was still up to that hill shape hopelessness trying to figure out a snowman. And I was like, uhh no I won’t even try anymore. That’s too much work (HAHA lazyness strickes again), and I started to build my own snowman which isn’t really a man. I would say that he’s a mini man, because it was tiny (requires less work!). Here I’ll show you the picture of it. It is awesome, but nothing snowman um snow-mini-man like. Hey yeah! That’s my first ugly snow-mini-man.

This is mini-man :3

 In the end, we have a perfect ending. Which is I got too cold and it was getting pretty dark out so I quit after finishing my snowman. But someone’s still really have some UMPH in her, Mayar stayed outside and successfully made a snowman, a real big one not a mini-man. It was freezing out I don’t even know how she cope with that cold. Well she finally did it, I don’t have the picture of her snowman though. It was also awesome and for the effort she gave into it I give her two thumbs up, but not freezing thumbs haha.

I’ll tell you guys more if I successfully made a snowman, a perfect one indeed ;)

Give thanks, selalu bersyukur.

I AM SORRY

Janjiku janji palsu kawan-kawan. Aku berusaha buat nulis blog yang beruntun tapi nulis jurnal pribadi yang mirip diary aja susah banget, malas ini membunuhku. Mana perut tambah besar, mama bilang aku tambah bulet. Do you really think so?

My chubby cheeks completes me♥
November akhir sampai awal-awal desember ini penuh sama suasana Holiday disini. Banyak nuansa-nuansa perayaan gitu. Diawalin sama Thanksgiving yaitu “hari raya” dimana orang Amerika mengucapkan terima kasih dan rasa bersyukur di akhir musim panen (wikipedia) itu hal yang paling gampang untuk deskripsiin ini soalnya ada sejarah dibelakangnya dan aku juga gak ngerti, search google temen2! Tapi intinya kayak gitu, bukan masalah agama atau apa-apa lebih ke tradisi mereka. Jadi di satu hari itu untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas segalanya, kita makan-makan besar. Kata kakak-kakak returnee YES selama bertahun-tahun sih thanksgiving adalah saatnya kalian menggemukkan diri, ada bermeja-meja makanan penuh satu ruangan. Tapi nyatanya aku makan malam biasa sama keluarga disini, hostparents, double placement sister Mayar, hostbrother yang udah beristri dan anaknya Eriana unyu unyu. Makanannya sih beda, yang khas itu turkeynya dimana aku bangun pagi-pagi buat bantu hostmom masak itu dan dimasaknya 6 jam dalem oven (dari pagi sampe sore). Emang bukan kayak yang aku bayangin tapi pengalam exchange tiap orang beda-beda dan aku gak mau ganti apapun dari pengalamanku, karena ini yang aku jalanin sekarang. Ternyata makan malam Thanksgiving waktu itu kerasa gimana ya cozy, hangat nyaman gitu. Keluarga kecilku di Alaska. Ini foto makanannya waktu itu, gak terlalu banyak tapi quality over quantity kan?

 Ini super duper enak, yang masak menantu hostparents dia dari Vietnam tapi bisa masak makanan Amerika, which is unbelievably delicious.

Habis Thanksgiving ada satu lagi american thing yang buat orang sini tergila-gila, namanya BLACK FIRDAY! Ini bukan malam Jumat kliwon atau apa-apa tapi ini sale besar-besaran yang diadain multiple big store chains di malah thanksgiving atau di hari esoknya soalnya Thanksgiving selalu jatuh di hari Kamis, jadinya besoknya jadi black Friday. Hmm masih belum tau kenapa dinamain black Friday kenapa gak pink Friday atau apa gitu. Salah satu argumenku kenapa dinamain itu sih soalnya banyak hal-hal kelam terjadi di black Friday. Nah karena diskonnya itu gak kepikiran deh saking GEDEnya. Orang-orang mulai menunjukkan sisi lain mereka, mulai dari saling dorong karena pengen dapetin barang yang mereka mau sampai rebutan buat dapetin barang yang mungkin cuma sisa satu di rak pajangan. Kebanyakan hal yang didiskon di black Friday itu elektronik tapi banyak juga sih barang lain yang sale. Banyak juga orang-orang pada belanja di black Friday buat beli hadiah di natal bulan depannya soalnya banyak diskon. Ada banyak laporan juga dimana orang keinjek-injek sampai meninggal di sale-sale ini. Gila deh seagresif itu untuk dapetin harga murah. Mau masuk toko buat black Friday aja harus antri saking banyaknya peminat. Tentu dong sebagai anak exchange aku harus mengalami black Friday, jadi aku pergi kesana habis dinner Thanksgiving sama hostdad & Mayar. Kalo di Alaska gak seserem di state yang lain sih, gak ada yang sampai berantem atau agresif banget, aku liatnya lumayan tertib sih gak seperti yang aku bayangin. Tapi tetep aja orang ngangkut-ngangkut tv, xbox, mainan, dll. aku mikir, ya ampun itu beli gitu buat apa. Gara-gara perlu apa gara-gara murah. Eh ini ada tv murah beli beli yuuk angkuut I mean guys come on -_- Pada intinya pengalaman  black Friday-ku asik! Different, but really fun. Kenapa di Indonesia gak ada ya? Harusnya ada. Aku rela berantem buat black Friday muahahaha

Gak sampai beberapa hari setelah Thanksgiving, a miracle occurs! Akhirnya turun salju juga di Anchorage. Emang sih dulu udah sempet salju juga tapi kali ini salju yang ditunggu salju buat musim dingin, salju yang sebelumnya udah meleleh udah ilang dah. Salju tahun ini katanya salju paling telat selama beberapa tahun jadi gatau aku harus seneng apa gimana. Masalahnya aku gak pernah liat salju jadi paling gak salju dikit aja udah seneng trus kalo udah salju berarti musim dingin udah deket dong, aku belum siap mah buat musim salju. Katanya kalo musim salju mataharinya nongol sih disini tapi gak kerasa apa-apa. Cuma sinar terang aja tuh di atas, malahan kalau ada matahari jadi tambah dingin entah ya kenapa tanyakan pada rumput yang bergoyang.
 
Tanggal berapa ya kalo gak salah tanggal 29 November aku pergi ke Bean’s Cafe disini. Bukan bukan itu bukan cafe nongkrong anak gaul. Itu organisasi non-profit buat orang-orang tunawisma di Anchorage. Jadi organisasi itu nyediain makanan gratis sama tempat tinggal sementara buat orang-orang yang emang gak punya tempat tinggal. Aku kesana sama hostdad sama Mayar buat volunteering, jadi  relawan buat siapin makanan buat mereka. Seneng bisa bantu-bantu disana trus jugaan bisa tau sisi lain dari megahnya mewahnya Amerika, mereka juga masih punya orang-orang yang kurang beruntung dan gak punya tempat tinggal. Sedih juga ngeliatnya makanya rasanya bangun pagi-pagi di hari sabtu (disini sabtu libur kan) kebayar karena aku bisa bantu mereka. Feels good to do good ☺

Selfie in the kitchen with Mayar and Dad

1st Newsletter


Jadi tiap anak exchange perlu nulis newsletter namanya tiap beberapa bulan buat dipublikasiin di page Bina Antarbudaya yaitu organisasi non-profit di Indonesia yang ngebantu kita dapat beasiswa ini dan ngebantu anak-anak Indonesia yang mau ikut program pertukaran pelajar di luar negeri. Ini punyaku, dimana aku nulis ceritaku disini selama bulan-bulan pertama trus diedit sama temenku. Mau baca cerita temen-temenku yang lain juga selama program exchange mereka? Ini linknya: Bina Antarbudaya Album
Di albumnya banyak cerita-cerita bukan dari angkatan aku aja tapi dari angkatan bertahun-tahun lalu juga ada, keren abis! Check it out ;)

Sabtu, 15 November 2014

Cerita (di kala) Malam Hari



Halo! Maaf baru sempet post. Ada konflik batin dengan diri sendiri (sebenernya males) buat buka lappie dan ngetik post. Soalnya bingung mau post apa lagi? Mau post pengalaman, jujur gue juga sedikit bosen sama keadaan dan rutinitas disini. Emang gak ada yang bisa gantiin rumah. Tapi kedepannya, janji deh bakal post lebih sering. Dan menurut kritik pembaca setia (Mama & Papa) “Tulis-tulis cerita lagi di blognya! Jangan banyakan ngeluh aja. Biar bisa bermanfaat sama semuanya.” Oke mamapapa, makasi sarannya. Maaf ya Fanny banyakan ngeluh disini. Emang manja kali ya. MAKANYA DISINI GUE MAU BERUBAH! KALO BISA MAUNYA JADI POWER RANGERS.
 


Oya! Random fact, orang sini (Americans) juga tau power rangers, apa gue yang katro atau emang power rangers populer juga disini. Jelas-jelas yang main itu bule. Sumpah selama ini aku kira power rangers asalnya dari JEPANG. Verify me? HAHA



Okay, too much random things already. Terlalu distracted. Fokus lagi, jadi sekarang bakal rajin post sama ga ngeluh lagi. Selama 1 bulan terakhir ngepost aku gak ngerasa ada yang berubah sih sebenernya soalnya yah emang gini-gini aja rasanya. Baru juga 3 bulan disini udah bosen. Karena rutinitas aku sih, sekolah-rumah-dinner-weekend-sekolah-rumah-dinner. Entah kenapa highlight of the day-nya itu makan malem & ngeliat menu malem itu apa. Ups, hampir mau ngeluh lagi :3


Maaf maaf, pikir-pikir lagi deh ya. Oya, 31 Oktober kemarin Halloween. Halloween disini bener-bener jadi tradisi dan selebrasi. Walaupun bukan “hari libur nasional” tapi orang-orang bela-belain beli dekorasi + kostum mahal-mahal, sampe rempong gitu ngerias rumah. Ini dah asiknya, liat antusias komunitas disini buat Halloween. Ekspektasi halloween pertama dan terakhir gue sih... PARTAAAYHHH!!! WHOOOP WHOOOP!! Tapi sedihnya, aku mengakui bahwa aku gak diundang ke halloween party apapun hahaha. Oh well. Eh tapi aku nonton film serem MAMA (well recommended) sama anak-anak international club sih. Jadinya rencananya abis itu aku trick-or-treat sama cucu hostparents yang baru 2 tahun. Dia pake kostum Si Kerudung Merah lucu banget gile. Dan akuuuu.... Jeng jeng! Hari itu pake dua kostum. Sekolah ngadain kostum kontes tapi kebanyakan mereka pake kostum ke sekolah buat seneng-seneng aja. Sayangnya aku gak foto kostum-kostum aneh mereka. Mulai dari yang jadi makanan? Karakter kartun/film? Binatang? Atau cuma pake pakaian random aja bisa dibilang kostum. I mean, it’s Halloween! You can be who ever you want. And me?
Eriana as Little Red Riding Hood

Mayar, Felicia, Jonathan, Me!
My candies! Arranged so neatly

Aku milih jadi bajak laut. Gak milih sih, habis ga kepikiran yang lain lagi. Juga cuma itu yang aku temu kostumnya yang sreg. Tapi percayalah, kalian ga bakal tau aku jadi apa kecuali aku bilangin. Kostum #2: jadi kucing kedinginan soalnya trick-or-treatnya dingin banget di luar. Tapi asik! Trick-or-treat dapet permen banyak, coklat, enak-enak. Aku dapet setengah tas tenteng, sampai sekarang masih banyak. Gak bisa makan sebanyak itu sendirian di waktu singkat (TAKUT GEMUK). Mungkin itu jadi simpenan selama setahun tu haha

Random fact lagi! Kalian semua tau kan, tanda pager (#) yang pasti semua bacanya hashtag. Yang biasa dipake di instagram atau di twitter atau di sosmed apalah. Jadi di US hastag itu diartikan buat nunjukin nomer. Apa cuma gue yang baru tau ini?!
 
Barusan aku bilang aku nonton film sama International Club kan, jadi aku join itu gara-gara kiranya International Club bakal support anak exchange dan di clubnya banyak ada beragam manusia dari seluruh dunia. Pikirannya bakal gitu kan? Tapi enggak! International clubnya bagus sih gurunya baik banget, tapi masalah diversitynya itu enggak sama sekali. 80% penghuninya itu anak asia, lebih spesifik lagi orang Mong, lebih spesifik lagi orang Filipina. Trus yang bikin jelek juga mereka lebih sering ngomong pake bahasa mereka sendiri, aku disana jadi bingung sendiri. Tapi aku bawa seneng aja. Mereka juga baik sama aku jadi seneng kok ikut International Club, walaupun kekurangannya cuma itu aja.


Fenomena Alam!


Hmm kalau dibilang fenomena alam juga bukan... Ini mereka (banyak negara bukan cuma di amerika) sudah ngalamin bertahun-tahun dan sebenernya masih kurang ngerti gimana hukum berlakunya ini. Yang aku maksud adalah Daylight Saving Time (DST). Mendekati musim panas, US dan negara lainnya yang pake DST juga kelebihan sinar matahari dimana kalo udah malem tu matahari masih terang-terangnya. Jadinya jamnya dimundurin untuk ngurangin kelebihan sinar matahari di waktu-waktu yang tidak diinginkan. Tapi kebalik waktu musim dingin, US dan negara 4 musim lainnya kekurangan matahari karena mataharinya terbenam lebih awal trus terbitnya kesiangan. Untuk ‘menambah’ sinar matahari, waktu dikembalikan seperti semula bukan DST lagi tapi kembali ke GMT. Kesimpulannya, semua jam dimajuin satu jam di waktu yang sama. Ngerti gak sih? Susah banget jelasinnya kalau aku juga masih kurang ngerti. Intinya waktu berubah, tapi gak berubah.


Mendekati musim dingin, keadaan berubah, drastis. Biar ada perbandingan, pikir aja gini: semakin deket ke Desember, semakin dingin dan gelap juga keadaannya. Dan ini kehitung hari juga lo. Setiap hari sinar matahari di Alaska berkurang selama 5 menit. Kata hostdad sih bisa dibayangin ya 12 hari aja udah kehilangan 1 jam. Apa jadinya kalau nanti sunrise jam 11 pagi dan sunsetnya jam 3 sore. Itu bakal terjadi kepadaku kawan-kawan. Dan yang bikin takut itu, aku kan takut sama gelap parno banget pokoknya sama yang namanya gelap. Trus nanti kalo disini gelap melulu aku kayaknya gak bakal keluar rumah. Jalan pulang sekolah takut gara-gara gelap. Yah mungkin harus belajar mencintai gelap? Jangan takut sama gelap sih kata Tasya (inget lagunya). Btw disini saljunya udah meleleh, dan gak ada tanda-tanda mau turun salju lagi seminggu ini. Malah anehnya di state lain udah salju tapi aku yang pikirnya paling dingin di Alaska malah masih hangat (-4 sampai 5 derajat itu hangat :v).


Long post yah, pengennya cerita lagi tapi kayaknya mau dibagi jadi beberapa post. Emang gitu awalnya kalau nulis. Gatau mau cerita apa tapi selama pengembangan blog (blog dikembangin pan (?)) bisa kepikiran cerita atau fact absurd yang menurut aku kalian harus tau. Harus tau sisi lain dari kehidupan di Amerika sih ya.


One more. Buat pembaca setia blog gaul ini: Please e-mail atau kontak aku lewat sosmed & kasi tau aku kalian mau aku tulis apa tentang pengalamanku disini. Dengan senang hati bakal aku buatin post tentang cerita atau apapun yang kalian tanya. Atau mungkin cuma mau say “Hi! How are you pan?” I’d love to talk to you, apparently gue jablay disini. Jadi yang mau cerita-cerita sama aku, kirim kabar tentang Pak Presiden/keadaan Indonesia sekarang juga boleh hehe. Cek Know me more ;)


See you!

(not too long this time I hope ☺)

BONUS FOTO! Ini orang beneran lo. Jadi dia dandan kayak gitu trus nunggu anak kecil dateng buat permen. Asik ya! Dia rela banget gitu cuma buat Halloween! :D